Sabtu, 05 Januari 2013

5 (LIMA) ADAB SEBELUM DZIKIR


      Membaca Surah Ali Imraan ayat 200;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿٢٠٠﴾
 Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

Setelah duduk Thariqat se enaknya, lalu membaca doa :
اِلَهِى اَنْتَ مَقْصُوْدِى وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِى.
Wahai ya Allah, hanya Engkau saja yang aku maksud dan keridhaan Engkau saja yang aku maksud.

2.       Merabith : artinya mencari kawan terlebih dahulu :
-          Assalamu alaika ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wabarakatuh
-          Assalamu alainaa wa alaa ibaadis shaalihiin
-          Shalawat kepada Nabi.

3.       Mengingat/mengenang/merenungkan segala dosa Lahir dan dosa bathin
-          Dosa lahir ada 8 tempat :
1.       Dosa 2 mata;
2.       Dosa 2 telinga;
3.       Dosa hidung;
4.       Dosa perkataan (lisan);
5.       Dosa 2 tangan;
6.       Dosa 2 kaki;
7.       Dosa perut;
8.       Dosa kemaluan.

-          Dosa bathin (tersembunyi) ada 7 tempat (lata’if) :   Latifah Qalbi;  Latifah Roh;  Latifah Sir;  Latifah Khafi;  Latifah Akhfa;  Latifah Nafsu Natiqah;  Latifah Kullu Jasad.

-          Istighfar  5x, 15x, atau 25x dengan sebenar-benar istighfar.

4.       Membaca Al-Fatihah 1x, Qulhu 3x, dengan hadir hati kepada Allah swt. Dan berdoa :
Ya Allah tolonglah Engkau sampaikan pada Rohaniyah Nabi Muhammad saw kepada rohaniyah silsilah, kepada rohaniyah ibu-bapakku, dan umat islam.

5.       Rabithah kubur: (yakni merenung-renungkan)
1.       peristiwa hidup,
2.       peristiwa di pintu gerbang maut,
3.       di dalam kubur,
4.       di padang mahsyar berhisab,
5.       bertimbang,
6.       meniti di shiratal mustaqim,
7.       masuk syurgakah atau masuk neraka?
8.       Tingalkan dunia, syurga, neraka,
9.       Memohon agar kita dikembalikan ke dalam genggaman Qudrat Iradat Allah.





3 (TIGA) TINGKAT ADAB DZIKIR

1.       Mengucap dzikir Allah Allah sampai 5.000 x, tiap 100x berhenti sejenak beberapa detik dan berdo’a munajat dalam hati sebanyak 3x.

Munajat Nabi saw :
اَللَّهُمَّ افْتَحْ مَسَامِعَ قَلْبِى لِذِكْرِكَ وَرْزُقْنِى طَاعَتَكَ وَطَاعَةَ رَسُوْلِكَ وَعَمَلاً بِكِتَابِكَ.
Ya Allah bukalah pendengaran hatiku (hati sanubari) untuk mendengar bunyi dzikir akan Engkau, dan mengerjakan perintah tersebut dalam kitab Engkau.
-          Bagi orang Mubtadi (permulaan), melihat kepada kalimat Allah Allah;
-          Bagi orang Mutawasit (pertengahan), melihat kepada Af’al dan Sifat Allah;
-          Bagi orang Muntahi, melihat kepada Zat Allah Yang Maha Esa, dengan pengelihatan Iman dan Yakin.

2.       Kalau kita masih dapat merasakan bahwa hati sanubari kita belum khusyuk/tawadhu’, masih keras seperti batu, masih diliputi rasa was-was, resah, mazmumah (kejahatan), maka hendaklah hati sanubari dipalu dengan lidah kasar (lidah kepala); Tingkat kedua ini lidah tdk lagi ditegakkan keatas langit-langit, tetapi kedua mata tetap dipejamkan.

Tingkat kedua ini lidah bergerak membaca Allaaaaaah Allaaaaaah, dengan suara Sir (halus) sampai 100x,

3.       Cara ketiga dengan gerak lidah juga, tetapi dengan memendekkan kalimat Allah Allah.  Kebiasaan dzikir seperti cara pertama yaitu dengan mengucap dzikir Allah Allah sampai 5.000x, inilah yang disebut DZIKIR ISMU ZAT.


5 (LIMA) ADAB SETELAH DZIKIR

1.       Membaca surah Al-Fajr ayat 27-30
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ﴿٢٩﴾ وَادْخُلِي جَنَّتِي ﴿٣٠﴾
027. Hai jiwa yang tenang.
028. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
029. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
030. dan masuklah ke dalam surga-Ku.
Dan renungkanlah dengan mendalam, sudahkah kita kerjakana 4 (empat) perintah (amar wajib) pada keempat ayat tsb.
2.       Hendaklah kita tetap berikhtiar tetap dalam duduk thariqat dan hendaklah hadirkan hati kepada Allah, untuk menanti manfaat yang hadir  dari dzikir itu.
3.       Hendaklah kita tahan nafas kita keluar masuk, tenang tentramkanlah jangan bergerak-gerak, walaupun jari telunjuk tidak lagi di gerak-gerakkan, dan bacalah doa munajad sebanyak-banyaknya, semoga Allah akan membukakan hijab, dan membukakan beberapa rahasia-Nya.
4.       Hendaklah menahan diri untuk tidak meminum air setelah membaca dzikrullah karena meminum air pada waktu itu menghilangkan panas yang didapat dalam dzikir tadi, dan menghilangkan rindu (cinta) kepada yang diingat tadi yaitu Allah Yang Maha Esa.
5.       Hendaklah kita rasakan yang mendalam, dalam jiwa kita bahwa segala hal ihwal kita dilihat, diketahui, didengar oleh Allah swt.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar