Minggu, 03 Februari 2013

SALING KETERGANTUNGAN ANTARA MAKHLUK HIDUP


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Pernakah kamu merasa kurang bertenaga atau kurang berenergi ketika terlambat makan ? tahukah kamu apa itu tenaga atau energi ? tenaga atau energi dibutuhkan olah seluruh organisme untuk melakukan suatu usaha atau aktivitas. Sebagai contoh, tumbuhan membutuhkan energi dari cahaya matahari, hewan dan manusia juga membutuhkan energi yang di hasilkan dari proses pengolahan makanan didalam tubuh.
Energi yang terdapat di lingkungan sekitarmu memiliki bentuk yang bermacam – macam, seperti energi cahaya, energi listrik, energi kimia, energi panas, dan sebagainya. Setiap bentuk energi dapat tumbuh menjadi bentuk energi lainnya. Para ilmuwan yang mempelajari perubahan energi tersebut menemukan fenomena bahwa energi tidak dapat diciptakan. Fenomena ini juga berlaku didalam suatu ekosistem. Setiap organisme mendapatkan energinya dengan cara mengubah energi yang berasal dari lingkungan, seperti tumbuhan yang bergantung pada cahaya matahari atau hewan dan manusia yang membutuhkan makanan sebagai sumber energinya.
B.     Rumusan Masalah
1.      Mengapa gelas percobaan harus diletakkan pada tempat yang cukup mendapat sinar matahari?
2.      Jelaskan keadaan warna air pada masing–masing gelas?
3.      Tuliskan reaksi fotosintesis dan respirasi?
4.      Buatlah kesimpulan dari percobaan dan pengamatan ini?
C.     Tujuan Praktikum
1.      Membuktikan adanya saling ketergantungan antara tumbuhan dengan hewan.
2.      Mengetahui hubungan antara produsen dan konsumen dalam pemanfaatan karbon dalam ekosistem perairan.
D.     Manfaat Praktikum
Adapun manfaat yang diharapkan dalam Praktikum ini adalah :
1.      Dapat mengetahui pengaruh sinar matahari terhadap siput ( Lymnea sp) dan Hydrilla (Hydrilla verticillata)
2.      Dapat mendeskripsikan warna air pada praktikum ini.
3.      Dapat mengetahui reaksi fotosintesis dan respirasi





BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.       Fotosintesis
Fotosintesis adalah proses pembetukan makanan pada tumbuhan dengan bantuan sinar matahari. Bahan-bahan fotosintesis adalah glukosa, CO2, dan bahan organik lainnya.  Pada praktikum ini, objek pengamatan yang digunakan adalah Siput air tawar dan Hydrilla verticillatai. Hydrilla verticillata termasuk dalam kelas monocotyledoneae, bangsa helobiae dan suku hydrocharitaceae. Hydrilla verticillata adalah tumbuhan air yang hidup di air tawar. Hydrilla verticillata digunakan sebagai objek pengamatan karena tumbuhan ini termasuk tumbuhan air yang berhubungan langsung dengan air dan oksigen. Dan air, oksigen adalah faktor         pendukung jalannya fotosintesis. Fotosintesis belangsung dalam dua tahap yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang melibatkan sinar matahari sedangkan reaksi gelap tidak melibatkan sinar matahari, reaksi gelap melibatkan bahan kimiawi.
B.       Respirasi
Respirasi adalah proses reduksi, oksidasi, dan dekomposisi, baik menggunakan oksigen maupun tidak dari senyawa organik kompleks menjadi senyawa lebih sederhana dan dalam proses tersebut dibebaskan sejumlah energi. Respirasi bertujuan menghasilkan energi dari sumber nutrisi yang dimiliki. Respirasi dalam kaitannya dengan pembentukan energi dilakukan di dalam sel. Oleh karena itu, prosesnya dinamakan respirasi sel. Organel sel yang berfungsi dalam menjalankan tugas pembentukan energi ini adalah mitokondria. Tenaga yang dibebaskan dalam respirasi berasal dari tenaga potensial kimia yang berupa ikatan kimia.
Respirasi termasuk ke dalam kelompok katabolisme karena di dalamnya terjadi penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana, diikuti dengan pelepasan energi. Energi yang kita gunakan dapat berasal dari hasil metabolisme tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan organisme autotrof, yang berarti dapat memproduksi makanan sendiri. Adapun konsumen, seperti hewan dan manusia, yang tidak dapat menyediakan makanan sendiri disebut organisme heterotrof.
Berdasarkan kebutuhan akan oksigen atau penerima elektronnya, respirasi dibedakan menjadi dua macam yaitu respirasi aerobik dan respirasi anaerobik. Respirasi yang memerlukan oksigen disebut respirasi aerob dan respirasi yang tidak memerlukan oksigen disebut respirasi anaerob. Respirasi anaerob hanya dapat dilakukan oleh kelompok mikroorganisme tertentu (bakteri), sedangkan pada organisme tingkat tinggi belum diketahui kemampuannya untuk melakukan respirasi anaerob. Dengan demikian bila tidak tersedia oksigen, organisme tingkat tinggi tidak akan melakukan respirasi anaerob melainkan akan melakukan proses fregmentasi.
C.       Saling Ketergantungan
Respirasi dan fotosintesis mempunyai hubungan kerja yang sangat erat. Tanpa fotosintesis respirasi tidak akan terjadi karena ketiadaan senyawa –senyawa kompleks yang hanya dapat dihasilkan dari reaksi fotosintesis. Sedangkan tanpa respirasi, senyawa- senyawa kompleks yang di hasilkan reaksi fotosintesis tidak akan terisi menjadi energi, sehingga tumbuhan tidak dapat melakukan aktivitas metabolismenya. Respirasi merupakan suatu proses yang terjadi pada hewan (paru – paru, insang) respirasi bersifat katabolisme (memecah bahan organik untuk menghasilkan energi) artinya membongkar suatu senyawa menjadi senyawa yang lebih kecil. kalau respirasi, mengubah glukosa menjadi CO2 dan H2O, terus menghasilkan ATP sebagai tenaga yang kita gunakan sehari-hari, sedangkan fotosintesis terjadi pada tumbuhan (daun) fotosintesis bersifat anabolisme (membentuk bahan organik untuk menghasilkan energi) artinya menyusun suatu senyawa sederhana menjadi senyawa yang lebih kompleks. dalam hal ini, fotosintesis mengubah CO2 dan H2O menjadi glukosa dan oksigen, dalam prosesnya membutuhkan klorofil dan cahaya matahari. CO2 merupakan salah satu komponen pokok untuk berlangsungnya fotosintesis. Dengan bantuan energi cahaya maka CO2 merupakan salah satu komponen pokok untuk berlangsungnya fotosintesis. Dengan bantuan energi cahaya maka CO2 dan H2O oleh tumbuhan hijau akan diubah menjadi senyawa organik berupa glukosa (C6H12O6) dan Oksigen ( O2) melalui reaksi yang disederhanakan sebagai berikut :
6CO2 + 6H2O  cahaya matahari      C6 H12 O6 + 6O2
                                    
                                 klorofil                    
Oksigen dihasilkan dalam fotosintesis tersebut akan dimanfaatkan oleh hewan dan organisme lain untuk respirasi. Dari proses respirasi tersebut akan dihasilkan CO2H2O dan energi melelui persamaan reaksi yang disederhanakan sebagai berikut :
C6H12O6 + 6O2 a 6CO2 + 6H2O + Energi
CO2 yang dihasilkan dalam respirasi tersebut akan dilepas kembali ke lingkungan, kemudian akan digunakan untuk fotosintesis tumbuhan hijau begitu seterusnya. Dari kedua kegiatan tersebut tampak bahwa fotosintesis dan respirasi saling bekerja sama untuk kelangsungan siklus karbon dan oksigen. Sejumlah karbon untuk sementara berada dalam jaringan tumbuhan atau hewan, tetapi karbon tersebut akan kembali ke siklus setelah tumbuhan atau hewan tersebut mati kemudian diuraikan oleh makhluk pengurai. Jika sisa-sisa bahan organik dari pembusukan hewan dan tumbuhan tertimbuan dalam lapis tanah lebih dari 600 juta tahun maka karbon dikandung akan keluar dari siklus karbon yang utama. Tetapi oleh panas akan tekanan dalam lapis kerak bumi zat tersebut akan diubah menjadi bahn baker fosil misalnya batubara, minyak bumi dan gas bumi. Jika bahan baker fosil tersebut digunakan sebagai bahan bakar dalam berbagai industri maka karbon yang dikandung akan dilepas kembali ke lingkungan dalam bentuk CO2 sebagai hasil proses pembakaran. Selanjutnya CO2 tersebut akan digunakan kembali oleh tumbuhan hijau untuk fotosintesis begitu seterusnya.



















BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.       Waktu Dan Tempat
Kegiatan praktikum ini dilakukan pada :
Hari/Tanggal                : Senin-Jum’at, 17 – 19 Januari 2013
Tempat                        : Lingkungan SMKN 1 Kendari, depan kelas XII A4
B.       Alat Dan Bahan
1.      Gelas aqua                              : 4 buah
2.      Karet gelang                            : 4 buah
3.      Plastik transparan                    : 4 buah
4.      Hydrilla verticillata                 : 4 pucuk
5.      Siput air tawar                         : 4 ekor
6.      Air                                          : 4 gelas
7.      Methylen blue
C.       Cara Kerja
1.      Memberi label tanda  A, B, C, dan D pada masing – masing gelas.
2.      Mengisi air pada gelas kemudian ditetesi dengan larutan metilan blue.
3.      Mengisi gelas A dengan 2 ekor siput, gelas B dengan 2 buah tanaman hydrilla, gelas C diisi dengan 2 ekor siput dan 2 buah hydrilla, dan gelas D dibiarkan kosong.
4.      Kemudian menutup masing – masing gelas dengan plastik dan mengikat dengan karet gelang.
5.      Meletakkan ke 4 gelas tersebut pada tempat yang cukup mendapat sinar matahari.
6.      Melakukan pengamatan selama 2 kali pada pagi dan siang hari.
7.      Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil Pengamatan
Hari
ke
Warna
Gelas A
Gelas  B
Gelas C
Gelas D
Pagi
Siang
Pagi
Siang
Pagi
Siang
Pagi
Siang
1.
Biru Kekeruhan
Biru Pudar Kekeruhan
Biru Kehijauan

Biru Pudar Kekeruhan
Biru Kehijauan
Biru Jernih Terang
Biru Bening
2.
Biru Pudar Kekeruhan
Biru Muda Kekeruhan
Biru Kehijauan
Biru Bening Kehijauan
Biru Muda Kekeruhan
Biru Keruh Kehijauan
Biru Jernih
Biru Jernih Terang

B.   Pembahasan
Gelas percobaan harus diletakkan pada tempat yang cukup mendapat sinar matahari karena dalam proses fotosintesis maupun respirasi membutuhkan cahaya sinar matahari untuk mempengaruhi dan membuktikan adanya reaksi dan saling ketergantungan antara tumbuhan  (hydrilla) dan hewan (siput air tawar) yang diberikan cairan methylan blue seperti pada gelas yang kita amati.
Adapun hasil dari tiap-tiap gelas percobaan adalah sebagai berikut :
a.    Gelas A
Hari pertama, pada pagi harinya gelas A berwarna Biru Kekeruhan dan siang hari mengalami perubahan menjadi warna biru pudar kekeruhan, hal ini disebabkan oleh timbulnya uap yang menandakan terjadinya respirasi dan warna air agak sedikit keruh yang disebabkan karena adanya karbon dioksida yang ada dalam gelas.
Hari kedua, pada pagi harinya gelas A mengalami lagi perubahan menjadi warna biru pudar kekeruhan. Akan tetapi, biru muda di hari kedua birunya itu sudah mulai memudar dan pada siang hari warna air berubah lagi menjadi warna biru kebening – beningan dan airnya terlihat keruh.
b.    Gelas B
Hari pertama, pada pagi harinya warna air yang berada dalam gelas berwarna bening dan pada siang hari warna air menjadi tambah bening, hal ini disebabkan oleh terjadinya proses fotosintesis dan respirasi pada tumbuhan (hydrilla) yang ada dalam gelas. Sehingga warna air yang awalnya berwarna biru menjadi terlihat bening dan gelas ini warna air lebih cepat mengalami perubahan warna dibanding dengan gelas yang lain.
Hari kedua, pada pagi harinya warna air yang berada dalam gelas mengalami lagi perubahan menjadi warna bening, dimana warna bening pada pagi ini lebih terang dibanding hari kemarin, dan begitu pula pada siang harinya. 
c.    Gelas C
Hari pertama, pada pagi harinya warna air berwarna keruh dan pada siang hari warna airnya pun semakin keruh, hal ini disebabkan karena adanya karbon doiksida yang ada dalam gelas sehingga warna air terlihat keruh.
Hari kedua, pada pagi harinya warna air berwarna kekuning – kuningan dan terlihat keruh dan pada siang hari warna air semakin terlihat keruh dibanding pada pagi hari dan kemarin. Hal ini disebabkan karena adanya karbon dioksida dalam gelas tersebut.

d.    Gelas D
Hari pertama, pada pagi harinya warna air berwarna biru jernih dan pada siang harinya warna air mengalami perubahan menjadi warna biru bening, hal ini disebabkan oleh pengaruh sinar matahari yang membuat air yang berada dalam gelas tersebut menguap dan tanpa adanya proses respirasi serta fotosintesis..
Hari kedua, pada pagi harinya warna air terlihat birunya sudah mulai memudar dan pada siang harinya warna air berwarna biru kebening – beningan, hal ini disebabkan oleh pengaruh sinar matahari yang membuat air yang berada dalam gelas tersebut menguap dan tanpa adanya proses respirasi serta fotosintesis.
Adapun Reaksi Kimia Fotosintesis Dan Respirasi
a.       Reaksi Kimia Fotosintesis
6CO2 + 6H2O  cahaya matahari     C6 H12 O6 + 6O2
                                    
                        klorofil                               
b.      Reaksi Kimia Respirasi
            C6H12O6 + 6O2 a 6CO2 + 6H2O + Energi



                                                 


        



BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.       Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kami kemukakan dari praktikum ini antar lain :
1.    Sinar matahari sangat berpengaruh terhadap proses fotosintesis maupun respirasi dalam hal ini yaitu tumbuhan hydrilla dan siput.
2.    CO2 merupakan salah satu komponen pokok untuk berlangsungnya fotosintesis. Dengan bantuan energi cahaya maka CO2 merupakan salah satu komponen pokok untuk berlangsungnya fotosintesis. Dengan bantuan energi cahaya maka CO2 dan H2O oleh tumbuhan hijau akan diubah menjadi senyawa organik berupa glukosa (C6H12O6) dan Oksigen ( O2) melalui reaksi yang disederhanakan sebagai berikut :
6CO2 + 6H2O  cahaya matahari      C6 H12 O6 + 6O2
                      
                          klorofil                          
Oksigen dihasilkan dalam fotosintesis tersebut akan dimanfaatkan oleh hewan dan organisme lain untuk respirasi. Dari proses respirasi tersebut akan dihasilkan CO2H2O dan energi melelui persamaan reaksi yang disederhanakan sebagai berikut :
C6H12O6 + 6O2 a 6CO2 + 6H2O + Energi
3.    CO2 yang dihasilkan dalam respirasi tersebut akan dilepas kembali ke lingkungan, kemudian akan digunakan untuk fotosintesis tumbuhan hijau begitu seterusnya. Dari kedua kegiatan tersebut tampak bahwa fotosintesis dan respirasi saling bekerja sama untuk kelangsungan siklus karbon dan oksigen. Sejumlah karbon untuk sementara berada dalam jaringan tumbuhan atau hewan, tetapi karbon tersebut akan kembali ke siklus setelah tumbuhan atau hewan tersebut mati kemudian diuraikan oleh makhluk pengurai. Jika sisa-sisa bahan organik dari pembusukan hewan dan tumbuhan tertimbuan dalam lapis tanah lebih dari 600 juta tahun maka karbon dikandung akan keluar dari siklus karbon yang utama. Tetapi oleh panas akan tekanan dalam lapis kerak bumi zat tersebut akan diubah menjadi bahn baker fosil misalnya batubara, minyak bumi dan gas bumi. Jika bahan baker fosil tersebut digunakan sebagai bahan bakar dalam berbagai industri maka karbon yang dikandung akan dilepas kembali ke lingkungan dalam bentuk CO2 sebagai hasil proses pembakaran. Selanjutnya CO2 tersebut akan digunakan kembali oleh tumbuhan hijau untuk fotosintesis begitu seterusnya.


B.       Saran
            Dalam melakukan penelitian kita jangan hanya sekedar meneliti. Akan tetapi, kita harus mampu mengetahui apa yang menjadi tujuan dan manfaat dalam percobaan ini sehingga kita bisa menjadikan tolak ukur untuk lebih menambah pengetahuan dan wawasan kita dalam melakukan penelitian – penelitian selanjutnya.









DAFTAR PUSTAKA

http://en.wikipedia.org/wiki/Respiration_%28physiology%29. Diakses      tanggal 12 Oktober 2011
Champbell, N.A, dkk. 2002. “Biologi”- Edisi lima Jilid satu. Erlangga: Jakarta.
Dwidjoseputro. 1986. Biologi. Erlangga. Jakarta.
Pratiwi, dkk.2003. Biologi SMA Jilid II. Erlangga. Jakarta.
Salisbury, Frank and Ross, Cleon. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Penerbit         ITB: Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar